![]() |
Massa Bara NKRI Saat Pawai di Jayapura. (Facebook) |
Papua - Ribuan
rakyat Papua yang dikoordinir oleh Komite Nasional Papua Barat (KNPB)
diberbagai kota dan kabupaten di seluruh tanah Papua, pada hari selasa,
31 Mei 2016, menggelar aksi serentak secara damai, sebagai bentuk
dukungan kepada United Liberation Movement For West Papua (ULMWP) yang
rencananya akan didaftarkan sebagai anggota penuh di MSG. Dalam aksi
damai yang digelar ini, ratusan aktivis dan rakyat Papua diamankan oleh
kepolisian Republik Indonesia di tanah Papua, dan bahkan massa aksi yang
hendak bergerak menuju titik aksi yang telah ditetapkan, diblokade oleh
aparat gabungan (TNI-Polri) yang telah bersiaga dengan bersenjata
lengkap.
Meski
ratusan aktivis dan rakyat Papua ditangkap (597 orang), dan massa aksi
diblokade oleh TNI-Polri, aksi damai yang dilakukan oleh rakyat Papua
tetap berjalan dengan damai, hingga pembacaan pernyataan sikap
dilakukan, tanpa ada perlawanan dan tindakan anarkis sedikitpun dari
massa aksi terhadap tindakan represif yang dilakukan oleh aparat.
![]() |
Sala Seorang Mama Papua, Korban Penganiaayaan Massa Bara NKRI |
Aksi
yang digelar oleh Bara NKRI, dikabarkan dilakukan dengan anarkis, 2
orang mama Papua dianiaya tanpa sebab di depan Kampus Uncen 1, Padang
Bulan, toko-toko dan kios-kios sepanjang ruas jalan sentani hingga
Jayapura dipaksakan massa untuk ditutup dan pemilik toko serta kios
dipaksakan untuk ikut terlibat dalam aksi brutal yang dilakukan Bara
NKRI. Tak hanya itu, merasa leluasa karena di back up aparat, ketika
massa ini tiba di kantor DPRP, massa membentak-bentak para anggota dewan
yang menemui massa ini, dan mengecam beberapa anggota DPRP yang hadir
dalam aksi damai yang digelar oleh KNPB bersama rakyat Papua pada
tanggal 31 mei kemarin.
Dalam
tuntutanya, Bara NKRI menyatakan untuk segera membubarkan KNPB beserta
ULMWP, dan mendesak pemerintah Indonesia untuk membangun komunikasi
kepada pemerintah Inggris, agas segera mendeportasi Mr. Benny Wenda yang
saat ini adalah warga negara Inggris, kembali ke Indonesia, dengan
alasan Benny Wenda adalah DPO. Dari pantauan dilapangan disebutkan
bahwa, selain diback up oleh TNI-Polri, massa yang tergabung dalam Bara
NKRI juga ternyata dibiayai oleh aparat, selain itu, massa yang
tergabungpun dibayar oleh aparat untuk sekedar hadir dan terlibat dalam
aksi anarkis yang diseting oleh aparat. (wp)
0 komentar:
Posting Komentar
Silahkan Tuliskan Komentar Anda di Sini !!!